Sejarah

Digestive Surgery Education History iN INDONESIA

Digestive Surgery EDUCATION IN INDONESIA

Mengacu perkembangan Ilmu Bedah organ sistem pencernakan yang maju sangat cepat, diikuti pertumbuhan subspesialis pasca pendidikan spesialis bedah umum, seperti orthopaedi, urologi, thorak dan kardio-vaskuler, maka 47 dokter bedah umum yang berkonsentrasi dan banyak mengelola kasus bedah digestif pada bulan Juli tahun 1979 melakukan pertemuan di Bali merasa perlu untuk dibentuknya Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). Pada pertemuan tersebut juga dibahas pembentukan embrio Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia (KIBDI). Dalam perkembangan berikutnya IKABDI disebut sebagai Perhimpunan Bedah Digestif Indonesia. Pada awal perkembangannya, para pendiri yang merupakan senior bedah umum di pusat-pusat pendidikan bedah umum, dan memenuhi syarat berdasarkan kriteria pengalaman operasi dan publikasi kasus bedah digestif, oleh IKABDI diberikan sertifikat sebagai Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif. Sementara para pendiri yang belum memenuhi syarat, diwajibkan melengkapi syarat-syarat sebelum diberikan sertifikat. Pendidikan non formal DSBSBD, dengan model magang, dimulai tahun 1980 dengan pusat magang di Bag Ilmu Bedah RS. Cipto Mangunkusumo, FKUI, RS Hasan Sadikin FK Unpad dan RS Dr Sutomo FK UNAIR. Pada tahun 1998, melalui persiapan selama 22 tahun, baru resmi didirikan Kolegium Ilmu Bedah Indonesia, yang berperan dalam menjaga mutu melalui pengembangan standar kompetensi, kurikulum dan evaluasi akhir secara nasional bagi calon DSBSBD. Mengingat kebutuhan yang tinggi akan pelayanan bedah digestif di RS rujukan, minat yang tinggi dokter spesialis bedah umum untuk mengikuti program pendidikan DSBSBD serta telah memenuhi syarat beberapa pusat pendidikan dokter spesialis bedah umum, maka pada tahun 2008 dibuka 3 pusat pendidikan DSBSBD baru yaitu RS Dr Kariadi (FK UNDIP), RS Dr Wahidin Sudiro Husada (FK UNHAS) dan RS Prof Sardjito (FK UGM).

DIGESTIVE SURGERY EDUCATION HISTORY IN SURABAYA

since 1979

Sesuai dengan Syarat-syarat Pendidikan, Pendidik dan Peserta Didik yang dikleuarkan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Bedah Digestif (IKABDI) tentang Penyelenggara Pendidikan yang menetapkan bahwa : sekurang-kurangnya terdapat 1 orang spesialis bedah digestif yang merupakan anggota Dewan Pendidikan Spesialis Bedah Digestif dan 3 spesialis bedah digestif yang bekerja penuh di Pusat Pendidikan spesialis Bedah, maka pada tahun 1989 Pendidikan Konsultan Bedah Digestif di Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran Univ. Airlangga – RSU Dr. Soetomo dimulai dengan peserta didik 3 orang dan Staf pengajar 4 orang.

Staf Pengajar terdiri dari :
1. Soetamto Wibowo, dr. SpB-KBD
2. Abdus Sjukur, dr. SpB-KBD
3. Harun Al Rasjid, dr. SpB-KBD
4. Sutrisno Alibasah, dr. SpB-KBD

Sedangkan peserta didik adalah :
1. Sudjatmiko, dr. SpB. (Surabaya)
2. Ida Bagus Metria, dr. SpB (Surakarta)
3. H.M. Soemarko, dr. SpB (Malang)
4. Mariyata, dr. SpB (Yogyakarta)
Adapun penyelenggaraan pendidikan konsultan bedah digestif saat itu (yang pertama) sebagian ditempat pendidikan (1,5 tahun) dan dilanjutkan di pusat pendidikan 6 bulan.
Seiring berjalannya waktu, kemudian penyelenggaraan pendidikan bisa dilaksanakan sepenuhnya di pusat pendidikan FK. Unair – RSU Dr. Soetomo Surabaya.